Senin, 16 November 2015

gemuruh tinta cinta

Pesanmu telah ku baca
Meski aku tak tahu untuk siapa pesan itu
Aku tak tahu mengapa nada pesan mu tak bahagia
Tak seindah kata yang kau tulis
Tak semerdu goresan tinta-tinta cinta yang merekah

Kau tulis begitu panjang lamunan mu tentang hujan dan angin
Tentang pelangi dan matahari
Tentang senja dan kegelapan malam

Tahukah engkau
Pesanmu menggoreskan rasa dalam dan begitu menderu
Seperti ilusi-ilusi kegelapan malam
Seperti ombak parangro
Seperti angin pagi musim kemarau

Meski hujan saat ini telah tiba
Namun gemerciknya seolah tak membawa mu pergi dari keheningan
Tajamnya rintik hujan hanya membuatmu semakin merindu
Entah, merindu pada siapa

Seputar celoteh ini
Aku sampaikan padamu
Meski, hingga saat ini aku tak tahu untuk siapa pesanmu
Jika apa yang kucurahkan tentang pesanmu
Seperti bayangan pantulan fatamorgana
Yang menyimpulkan kekeliruan
Aku minta maaf

Meski aku terseret dalam alunan cinta gemuruh hujan
Dari bait-bait pesan mu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar