Pesanmu telah
ku baca
Meski aku
tak tahu untuk siapa pesan itu
Aku tak tahu
mengapa nada pesan mu tak bahagia
Tak seindah
kata yang kau tulis
Tak semerdu
goresan tinta-tinta cinta yang merekah
Kau tulis
begitu panjang lamunan mu tentang hujan dan angin
Tentang pelangi
dan matahari
Tentang senja
dan kegelapan malam
Tahukah engkau
Pesanmu menggoreskan
rasa dalam dan begitu menderu
Seperti ilusi-ilusi
kegelapan malam
Seperti ombak
parangro
Seperti angin
pagi musim kemarau
Meski hujan
saat ini telah tiba
Namun gemerciknya
seolah tak membawa mu pergi dari keheningan
Tajamnya rintik
hujan hanya membuatmu semakin merindu
Entah,
merindu pada siapa
Seputar celoteh
ini
Aku sampaikan
padamu
Meski,
hingga saat ini aku tak tahu untuk siapa pesanmu
Jika apa
yang kucurahkan tentang pesanmu
Seperti bayangan
pantulan fatamorgana
Yang menyimpulkan
kekeliruan
Aku minta
maaf
Meski aku terseret
dalam alunan cinta gemuruh hujan
Dari bait-bait
pesan mu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar