MATA PELANGI
Hai mata pelangi
Kerlinganmu membuatku jatuh
dari tebing-tebing terjal hati
Ke lembah asmara
Sorot matamu memancar
Menyelinap di relung-relung gersang
Ingin rasanya berselancar di atas bias-bias sinar mu
Meskipun engkau hanya bayangan
di antara mendung-mendung gerimis dan hujan
Aku sang gunung tinggi tertunduk malu
Sebab hadirmu menjadi kesempurnaan keindahan
Di atas puncakku engkau menghias panorama jagat raya
Oooh, betapa agung penciptaan mu
Entah bagaimana aku lupa tentang ini
Sehingga ketinggian ku memupuk kesombongan
Oooh, betapa engkau tercipta sebagai pertanda
Bahwa keindahan adalah tidak kekal
Namun engkau dicipta mengerti
Tentang sekilas kehadiranmu
Membawa arti
Menyadarkan kepada yang lain
Takkan ada yang abadi
Dulu aku adalah bukit yang begitu indah
Karena keindahan ku aku pongah
Menganggap yang indah adalah puncak-puncak awan
Aku ingin menjadi yang terindah
Meski akhirnya kemarau kembali
menjadikan puncak ku keras dan berbatu
Puncakku kini tak tersisa
Hanya lereng-lereng tak bernuansa
Hingga awan datang
menggiring gerimis dan hujan
membiaskan kesegaran sinar mentari pagi
Mewujudkan warna-warna hadirmu
Menyejukan sketsa pantulan alam
Untuk sang bola mata
Saat itu asa kembali hadir
Bersama tunas-tunas rumput padang sabana
Tumbuh menghijau menghiasi pagi
Bersama mentari menyambut keselarasan
21 November 2015