terlalu dekat dengan matahari,,,,,
seiring semangat dan gairah
tersadar dan terbakar
terjatuh
terjatuh di renungan dalam
bersamanya tak pernah tahu
dimana akan bersandar
terbesit tanya
kapankah waktunya
saat kemarau belum mau beranjak
hari semakin terik
kering, sekering kulit-kulit ari itu
ada tawa meski panasnya membahana
sedihnya senyuman itu terbelenggu fatamorgana
di mana
di mana ada ketulusanmu
sebagian demi sebagian gairah itu telah pergi
mengingat dan menghilang
asamu mengharapkan hujan
bangun dan beranjak kembali
sudah saatnya ada wujudnya
seperti senyatanya apa yang kau rasakan
hujan akan datang
matahari menjauh
senja menyongsong kelelahan
tersadar dan kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar