Rabu, 04 November 2015

terlalu dekat dengan matahari,,,,,
seiring semangat dan gairah
tersadar dan terbakar
terjatuh 
terjatuh di renungan dalam
bersamanya tak pernah tahu
dimana akan bersandar
terbesit tanya
kapankah waktunya


saat kemarau belum mau beranjak
hari semakin terik
kering, sekering kulit-kulit ari itu

ada tawa meski panasnya membahana
sedihnya senyuman itu terbelenggu fatamorgana

di mana
di mana ada ketulusanmu
sebagian demi sebagian gairah itu telah pergi
mengingat dan menghilang

asamu mengharapkan hujan
bangun dan beranjak kembali
sudah saatnya ada wujudnya
seperti senyatanya apa yang kau rasakan

hujan akan datang 
matahari menjauh 
senja menyongsong kelelahan
tersadar dan kembali


Tidak ada komentar:

Posting Komentar