Senin, 14 Desember 2015

PUISI

Puisi Fitri Yani

Gerimis dan Dirimu

Gerimis kerap begitu pasrah tergores dari langit
Sementara anging menerbangkan butiran debu
Bagaikan bisikan-bisikan pasri
Yang memanggil sukmak dalam kegamangan

“seharusnya engkau berdoa” katamu
“menungu musim rindu tiba?” tanyaku
Sambil menepis gerimis di pelipismu

“kita harus luruh bersama angin
Dan seolah lenyap dalam angan cuaca
Biarkan debu-debu itu melarut dalam gerimis
Sebab tak ada yang pasti dalam perjalanan ini”

Setiap jejak telah kita insyafi sebagai keheningan
Yang memanjang entah kemana
Dan akan kubiarkan tangan-tangan musim
Menguburnya.

Mei-Juni 2007

Biografi :
Fitri Yani, kelahiran Liwa (Lampung Barat) 28 Februari 1986.
Alumnus FKIP Universitas Lampung dan pernah aktif berkeseniaan di Unila Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila.
Dia menulis puisi dan naskah drama juga mementaskan beberapa pertunjukan teater. Karya-karya puisinya dipublikasikan di berbagai media masa di antaranya majalah budaya Gong, Kompas, Koran Tempo, Lampung Post. Dan lain-lain.

Selain terhimpun dalam sejumlah antologi bersama yaitu antologi puisi, Kampung Dalam (temu penyair lima kota di payakumbuh, 2008), 60 Puisi Indonesia Terbaik 2009 (Anugerah Sastra Pena Kencana), Pedas Lada Pasir Kuarsa (Antologi Puisi Temu Sastrawan Indonesia II di Bangka Belitung Juli 2009).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar