Puisi Fitri
Yani
Gerimis dan
Dirimu
Gerimis
kerap begitu pasrah tergores dari langit
Sementara
anging menerbangkan butiran debu
Bagaikan
bisikan-bisikan pasri
Yang
memanggil sukmak dalam kegamangan
“seharusnya
engkau berdoa” katamu
“menungu
musim rindu tiba?” tanyaku
Sambil
menepis gerimis di pelipismu
“kita harus
luruh bersama angin
Dan seolah
lenyap dalam angan cuaca
Biarkan
debu-debu itu melarut dalam gerimis
Sebab tak
ada yang pasti dalam perjalanan ini”
Setiap jejak
telah kita insyafi sebagai keheningan
Yang
memanjang entah kemana
Dan akan
kubiarkan tangan-tangan musim
Menguburnya.
Mei-Juni
2007
Biografi :
Fitri Yani,
kelahiran Liwa (Lampung Barat) 28 Februari 1986.
Alumnus FKIP
Universitas Lampung dan pernah aktif berkeseniaan di Unila Kegiatan Mahasiswa
Bidang Seni (UKMBS) Unila.
Dia menulis
puisi dan naskah drama juga mementaskan beberapa pertunjukan teater.
Karya-karya puisinya dipublikasikan di berbagai media masa di antaranya majalah
budaya Gong, Kompas, Koran Tempo, Lampung Post. Dan lain-lain.
Selain
terhimpun dalam sejumlah antologi bersama yaitu antologi puisi, Kampung Dalam (temu penyair lima kota di
payakumbuh, 2008), 60 Puisi Indonesia
Terbaik 2009 (Anugerah Sastra Pena Kencana), Pedas Lada Pasir Kuarsa (Antologi Puisi Temu Sastrawan Indonesia II
di Bangka Belitung Juli 2009).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar